BERITA12PAS.COM — Lapangan sepak bola akan menjadi panggung adu talenta pelajar SMA, SMK, dan sederajat dari Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai. Liga Pelajar Indonesia (LPI) Volume 4 Zona Bulukumba dijadwalkan bergulir mulai 1 September 2026.
Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bulukumba, Sulawesi Selatan, H. Arafah, S.Pd., M.Pd., meminta sekolah tak sekadar mengirim penonton. Ia mendorong seluruh sekolah di tiga daerah itu menurunkan tim dan menjadikan LPI sebagai bagian dari pembinaan atlet muda.
Menurut Arafah, LPI tak semestinya berhenti sebagai agenda olahraga tahunan yang selesai ketika trofi berpindah tangan. Kompetisi harus menjadi pintu masuk bagi pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
“Kompetisi seperti ini penting sebagai wadah bagi anak-anak kita untuk mengembangkan bakat dan prestasi, khususnya di bidang sepak bola,” kata Arafah dalam siaran pers, 15 Agustus 2026.
Ia mengatakan talenta tidak lahir dalam satu pertandingan. Pemain muda membutuhkan kompetisi rutin, latihan yang konsisten, serta kesempatan menghadapi lawan yang beragam. Rangkaian itu, kata dia, penting untuk membentuk kemampuan sekaligus mental bertanding.
Arafah berharap seluruh SMA, SMK, dan sekolah sederajat di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V—Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai—ikut ambil bagian dalam LPI Volume 4.
“Kami berharap seluruh sekolah SMA, SMK, dan sederajat yang ada di Wilayah V, yakni Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai, dapat mengambil bagian dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Bagi penyelenggara dan pembina olahraga, LPI juga menjadi ajang penyaringan. Kompetisi dapat membuka peta baru talenta sepak bola pelajar yang selama ini belum tersorot. Pemain terbaik diharapkan tak berhenti sebagai pencetak gol atau pengangkat trofi, tetapi mendapat jalur pembinaan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Di titik itu, pekerjaan justru belum selesai setelah peluit panjang dibunyikan. Sekolah, pemerintah, pelatih, dan pemangku kepentingan olahraga dituntut memastikan pemain potensial tetap mendapat ruang latihan dan kompetisi.
Arafah menilai pendidikan dan olahraga tidak seharusnya berjalan di jalur yang terpisah. Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga ruang untuk menemukan dan mengembangkan potensi siswa di luar kelas.
“Pendidikan dan olahraga harus berjalan beriringan sehingga anak-anak tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga,” katanya.
Kick off pada 1 September 2026 akan membuka persaingan antarsekolah dari tiga daerah. Namun, pertarungan sesungguhnya bukan semata soal siapa yang menjadi juara.
LPI Volume 4 akan diuji oleh pertanyaan yang lebih panjang: berapa banyak talenta yang berhasil ditemukan, siapa yang terus dibina, dan berapa pemain yang akhirnya mampu menembus level olahraga yang lebih tinggi?
Sebab, trofi hanya mencatat satu juara. Pembinaan yang berhasil seharusnya meninggalkan lebih banyak nama untuk masa depan sepak bola Sulawesi Selatan.
