BERITA12PAS.COM,.Peringatan Hari Jadi Bulukumba ke-66 pada 4 Februari 2026 menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk insan olahraga. Semangat kebangkitan itu tercermin dari geliat sepakbola Bulukumba yang kembali menyala melalui laga friendly match antara Tim Sepakbola Madya Ujungloe Old Star menghadapi Mariorennu United Madya, yang digelar di Lapangan Sepakbola Ujungloe, Rabu (4/2/2026), dengan kick off pukul 16.05 WITA.
Pertandingan persahabatan ini bukan sekadar adu strategi di atas lapangan, tetapi menjadi simbol kuat silaturahmi dan kebersamaan para pemain legenda Bulukumba yang pernah berjaya di masanya, khususnya yang berasal dari Kecamatan Ujungloe. Sorak semangat dan nostalgia berpadu, menghadirkan atmosfer emosional yang mengingatkan publik pada kejayaan sepakbola lokal.
Media Officer Mariorennu United yang juga CEO Bulukumba Sportindo Manajemen, Saiful Alief Subarkah, yang akrab disapa SAS, menyampaikan bahwa laga ini digagas sebagai ruang temu lintas generasi dan wujud kepedulian terhadap eksistensi sepakbola Bulukumba.
“Sepakbola tidak mengenal usia tua maupun muda. Selama semangat masih menyala, lapangan hijau akan selalu menjadi tempat berbagi kebahagiaan dan persaudaraan,” ujar SAS.
Ia menambahkan, kehadiran tim usia madya adalah bukti bahwa sepakbola Bulukumba tetap hidup dan dirawat, bukan hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai identitas dan warisan budaya daerah.
Apresiasi juga datang dari legenda hidup sepakbola Bulukumba, Andi Muh. Jufri, sosok yang telah malang melintang di dunia sepakbola dan menjadi inspirasi banyak generasi. Ia memuji langkah tim-tim sepakbola di Bulukumba yang membentuk tim usia madya sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keberlanjutan sepakbola daerah.
“Ini adalah contoh kepedulian yang luar biasa. Sepakbola Bulukumba akan terus hidup jika ada ruang bagi semua generasi untuk berkontribusi,” ungkapnya.
Di usia ke-66, Bulukumba terus melangkah dengan semangat pembangunan berkarakter dan berkelanjutan. Kebangkitan sepakbola dari lapangan Ujungloe menjadi cermin bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang merawat semangat, karakter, dan kebersamaan masyarakatnya.
Dirgahayu Bulukumba ke-66. Dari lapangan hijau, semangat persatuan dan kebangkitan terus digelorakan. ⚽✨
