Pemerhati Sepakbola Bulukumba : Menyorot Rendahnya Partisipasi Lembaga Keuangan/Perbankan dalam Pembinaan Sepakbola di Daerah*

Oplus_131072

BERITA12PAS.COM – Perhatian terhadap pembinaaan olahraga di Bulukumba tidak bisa hanya mengandalkan dukungan pemerintah daerah. Saat ini, keterlibatan sektor Perbankan dan Non Bank dinilai sebagai kunci penting dalam memperkuat pembinaan atlet maupun memperluas partisipasi masyarakat.

Sabri Abian, salahsatu Tokoh Pemerhati Olahraga Sepakbola di Kabupaten Bulukumba melihat, perlunya langkah terobosan agar dunia olahraga di daerah tetap berkembang di tengah keterbatasan anggaran. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggandeng perusahaan melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Pemerhati sepakbola dan juga Master Of Ceremony ( MC ) untuk berbaga kegiatan Formal dan semi formal, menekankan bahwa dukungan perusahaan, Bank dan non Bank bisa menjadi solusi nyata untuk menutupi keterbatasan yang dihadapi para Penyelenggara Kegiatan Olahraga terkhusus Turnamen Sepakbola.

“Kemarin, dalam Pembukaan Event olahraga, Liga Pelajar Indonesia ( LPI ), salah satu Kompetisi Sepakbola Pembinaan dan prestasi bagi atlet muda khususnya pelajar, tak satupun lembaga keuangan / perbankan yang menjadi sponsorship dilihat dari deretan benner sponsor yang ada di venue kegiatan LPI,” ujarnya saat ditemui di stadion, Selasa (2/9/2025).

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterlibatan swasta khususnya lembaga keuangan/perbankan sebenarnya bukan hal baru. Namun, menurut Abian, jumlah perusahaan yang aktif dalam mendukung olahraga masih sangat terbatas, sehingga dibutuhkan dorongan lebih kuat agar semakin banyak pihak swasta yang ikut terlibat.

Ia menjelaskan bahwa olahraga di Bulukumba khususnya Sepakbola memiliki spektrum luas, mulai dari kompetisi pembinaan hingga kompetisi sepakbola prestasi selalu melahirkan atlet untuk berkompetisi dilevel provinsi maupun nasional. Potensi tersebut sangat besar untuk digarap, tetapi keterbatasan anggaran kerap membuat penyelenggara tersendat.

“ Abian menjelaskan, kepekaan Pihak swasta khususnya perbankan agar juga aktif menjalin komunikasi dengan penyelenggara event melalui proposal sponsorship yang kadang tidak direspon dengan. Melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), kita bisa mengembangkan dan membina berbagai cabang olahraga di daerah,” jelasnya.

Menurut Abian, dana CSR dapat diarahkan ke banyak kebutuhan, mulai dari pembangunan fasilitas olahraga, penyediaan peralatan, hingga pembiayaan turnamen. Langkah ini bukan hanya membantu mencetak prestasi, tetapi juga memberi ruang partisipasi lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Olahraga masyarakat jumlahnya cukup banyak, termasuk yang dipertandingkan di tingkat provinsi maupun nasional. Dengan dukungan dana CSR, pengembangan dan pembinaan olahraga bisa lebih optimal meskipun anggaran pemerintah daerah terbatas,” tegasnya.

Abian menilai, kolaborasi antara pemerintah, komunitas penyelenggara event, dan pihak swasta ( Perbankan ) tidak semata-mata berorientasi pada prestasi atlet. Lebih dari itu, sepakbola juga berperan membangun karakter, disiplin, dan semangat kebersamaan. Jika hal tersebut dapat diwadahi dengan baik, maka Kompetisi Sepakbola Pembinaan menjadi media positif untuk membentengi remaja dari berbagai ancaman pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.

“Sinergi ini bukan hanya soal pembinaan prestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang sehat, berdaya saing, dan menjauh dari aktivitas negatif,” pungkasnya.

Abian sendiri menegaskan selaku pemerhati sepakbola mendorong adanya komitmen berbagai pihak untuk terus berperan sebagai penghubung antara komunitas olahraga dan perbankan / non bank /Pembiyaan dibulukumba berharap, semakin banyak pihak perbankan atau lembaga swasta lainnya yang memandang olahraga sebagai sektor penting dalam program CSR, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan langkah itu, harapan terhadap masa depan olahraga sepakbola pembinaan dan prestasi bukan hanya soal medali atau piala, melainkan juga mengenai lahirnya generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mampu menjadi kebanggaan daerah di berbagai ajang,’’ Tutup Abian.